Paket Umrah Hemat & Murah Jakarta: Kewajiban Haji Dan Umroh

PT Galih Tunggal Perkasa
Khazzanah Tours
0877 7667 3078
0819 0848 8786
0888 180 4545
Head Office : Jl Terusan I Gusti Ngurai Rai No. 6 Pondok Kopi Duren Sawit Jak - Tim. 13460
Khazzanah Tour & Travel Umrah Promo dan Haji Plus

Kewajiban Haji Dan Umroh

Haji dan Umroh

Kewajiban Haji Dan Umroh 

Haji merupakan salah satu dari Rukun Islam yang lima. Sebagaimana Sabda Nabi SAW,

"“Islam dibangun di atas lima perkara yaitu syahadat laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji” ( HR Bukhari dan Muslim ).

Pelaksanaannya merupakan penyempurna kewajiban-kewajiban bagi seorang muslim. Setelah 4 rukun lainnya (Syahadat, Sholat, Shoum, dan zakat) ditunaikan, seorang hamba pasti sangat merindukan dapat melaksanakan rukun Islam yang ke 5 yaitu ibadah haji ke baitullah.

Kewajiban Haji dan Umroh

Kewajiban Haji dan Umroh hanya sekali saja selama hidup seorang muslim.
Sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairoh,

“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhutbah di hadapan kami, beliau berkata: “Wahai sekalian manusia, sungguh Allah telah mewajibkan bagi kalian haji maka berhajilah kalian!” Seseorang berkata: “Apakah setiap tahun, ya Rasulullah?” Beliau terdiam sehingga orang tersebut mengulangi ucapannya tiga kali. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Kalau aku katakan ya, niscaya akan wajib bagi kalian dan kalian tidak akan sanggup.” Kemudian beliau berkata: “Biarkanlah apa yang aku tinggalkan kepada kalian. Sesungguhnya orang sebelum kalian telah binasa karena mereka banyak bertanya yang tidak diperlukan dan menyelisihi nabi-nabi mereka. Jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian maka lakukanlah sesuai dengan kesanggupan kalian. Dan bila aku melarang kalian dari sesuatu maka tinggalkanlah.”

Dalam sebuah ayat Allah berfirman,

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah” (QS. Al Baqarah : 196).

Haji merupakan ibadah yang dapat mengantarkan seorang hamba menuju syurga. Hal ini sesuai dengan sebuah hadits yang berbunyi,

اَلْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ اِلاَّ الْجَنَّةَ

“ Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali syurga. “ (HR. Bukhari dan Muslim).

Syarat Wajib Haji:

1. Islam (Muslim)
2. Aqil (berakal)
3. Baligh
4. Merdeka
5. Mampu

Jika Bapak/Ibu sekalian memiliki kriteria tersebut diatas, hendaklah segera melaksanakan ibadah haji. Karena Nabi SAW sangat mengecam umatnya yang belum juga melaksanakan ibadah haji padahal di beri kecukupan dan kemampuan untuk mmelaksanakannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الله , عَزَّ وَجَلَّ , يَقُولُ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ جِسْمَهُ ، وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الْمَعِيشَةِ تَمْضِي عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُومٌ.

“Sesungguhnya Allah Azaa wa jalla berfirman, “Sesungguhnya seorang hamba telah Aku sehatkan badannya, Aku luaskan rezekinya, tetapi berlalu dari lima tahun dan dia tidak menghandiri undangan-Ku (naik haji, karena yang berhaji disebut tamu Allah, pent), maka sungguh dia orang yang benar-benar terhalangi (dari kebaikan)”1

Orang yang mampu berangkat haji dan dia sengaja tidak berangkat haji, atau memiliki keinginan untuk tidak berhaji maka dia melakukan dosa besar. Allah berfirman,

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Ali Imran: 97)

Ketika menjelaskan tafsir ayat ini, Ibnu Katsir membawakan keterangan dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: مَنْ أَطَاقَ الْحَجَّ فَلَمْ يَحُجَّ، فَسَوَاءٌ عَلَيْهِ يَهُودِيًّا مَاتَ أَوْ نَصْرَانِيًّا، وَهَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Bahwa Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Siapa yang mampu haji dan dia tidak berangkat haji, sama saja, dia mau mati yahudi atau mati nasrani.’

Komentar Ibnu Katsir, ‘Riwayat ini sanadnya shahih sampai ke Umar radhiyallahu ‘anhu.’

Bapak/Ibu sekalian, jika memang sudah diberikan kecukupan  rezeki oleh Allah, segeralah laksanakan ibadah haji dan umroh.. Karena akan melengkapi (menyempurnakan) keislaman kita..

Semoga Allah mudahkan jalan menuju ke tanah suci Mekkah.



Tag : Haji, umroh
Back To Top