Paket Umrah Hemat & Murah Jakarta: Haji Dan Umroh Bagi Umat Islam

PT Galih Tunggal Perkasa
Khazzanah Tours
0877 7667 3078
0819 0848 8786
0888 180 4545
Head Office : Jl Terusan I Gusti Ngurai Rai No. 6 Pondok Kopi Duren Sawit Jak - Tim. 13460
Khazzanah Tour & Travel Umrah Promo dan Haji Plus

Haji Dan Umroh Bagi Umat Islam

Haji Dan Umroh Bagi Umat Islam

Haji Dan Umroh Bagi Umat Islam

Haji Dan Umroh merupakan ibadah yang sangat dirindukan bagi sebagian besar umat Islam di Indonesia bahkan seluruh dunia. Karena Makkah dan Madinah Khususnya juga tempat-tempat lain yang menjadi tempat pelaksanaan ibadah haji (yang berada di sekitaran Saudi Arabia pada umumnya) merupakan tempat yang sangat penting bagi umat Islam.

Makkah dengan Masjidil Haram (juga Ka'bah)nya dan Madinah dengan Masjid Nabawinya merupakan dua kota suci umat Islam yang sangat berarti bagi Islam. Ganjaran pahala ibadah sholat di kedua masjid tersebut merupakan salah satu faktor yang menentukan kerinduan umat Islam untuk dapat berkunjung ke sana. Siapa yang tidak tertarik dengan ganjaran 100.000 kali jika kita sholat di Masjidil Haram dibandingkan dengan sholat di masjid lain (kecuali masjid nabawi). Dan 1000 kali ganjaran yang kita dapatkan jika kita sholat di masjid nabawi dibandngkan dengan sholat di masjid lain (selain Masjidil Haram).

Haji Dan Umroh Bagi Umat Islam

Haji merupakan rukun Islam yang ke lima, sehingga tidak keliru kiranya jika ibadah haji kita katakan sebgai penyempurna keislaman seseorang. Dalam ibadah haji, kita tidak hanya dituntut untuk mengorbankan tenaga dan fikiran. Namun lebih dari itu, ibadah haji membutuhkan pengorbanan yang sangat besar dari segi biaya. Kita pun harus rela berpisah dengan keluarga tercinta di tanah air demi menjadi tamu Allah SWT sekaligus selaku dzat yang memanggil kita untuk berkungjung ke Baitullah.

Ritual ibadah haji bukan hanya ibadah yang dikerjakan oleh Nabi besar Muhammad SAW, namun ibadah haji ini merupakan ibadah yang sudah dilakukan oleh Kakek kita Nabiullah Ibrahim Alaihis Salam.

A. Malaikat

Kaum muslimin meyakini bahwa pembangunan ka’bah pertama kali dilakukan oleh para malaikat, sebagaimana disebutkan Imam Ibnu adh Dhiya bahwa telah diriwayatkan dari Ali bin al Husein bahwa dia telah ditanya tentang awal mula thawaf mengelilingi baitullah beliau menjawab Sesungguhnya Allah swt telah berfirman :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء

Artinya :: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS. Al Baqoro : 30)

Para malaikat berkata,”Wahai Allah bukankah khalifah itu dari selain kami adalah yang selalu membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah.’ Maka Allah pun marah terhadap mereka lalu mereka pun melarikan diri ke arsy, mengangkat kepala, jari jemari mereka mengisyaratkan ketundukan dan menangis karena takut akan kemurkaan-Nya. Mereka mengeilingi arsy sebanyak tiga kali.” Di dalam riwayat : “tujuh kali” mengaharapkan kridhoan Tuhan mereka dan Allah pun meridhoi mereka. Kemudian Allah berkata kepada mereka,”Bangunlah oleh kalian di bumi sebuah rumah yang menjadi tempat kembali setiap orang yang Aku murka terhadapnya dari makhluk-Ku dan dia mengelilinginya (thawaf) sebagaimana kalian lakukan terhadap arsy-Ku maka Aku akan mengampuninya sebagaimana Aku telah mengampuni kalian.” Lalu mereka pun membangun ka’bah.

Terdapat riwayat pula yang menyebutkan bahwa Allah swt telah mengutus malaikat dan berkata kepada mereka,”Bangunlah oleh kalian sebuah rumah seperti al baitul ma’mur lalu mereka pun melakukannya. Allah swt memerintahkan agar rumah itu dikelilingi (thawaf) sebagaimana al baitul ma’mur. Ini terjadi sebelum penciptaan Adam as serta 2000 tahun sebelum penciptaan bumi. Dan sesungguhnya bumi dibentangkan dibawahnya karena itulah Mekah disebut dengan Ummul Quro yaitu asal negeri (bumi, pen).

B. Nabi Adam dan Nabi Shith

Menurut Abdurrazzaq, diterima dari Ibnu Juraij dari Atha dan Ibnu Musayyab bahwa sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepada Nabi Adam ketika turun dari surga ke muka bumi. Dari kisah yang diabadikan dalam Al-Qur`an, Adam dan Hawa tertipu oleh tipu daya setan dengan melanggar ketentuan yang telah diperintahkan Allah kepada mereka berdua untuk tidak mendekati sebuah pohon. Namun Nabi Adam melakukannya dan Allah marah sehingga ia diusir ke bumi. Hal ini dikisahkan dalam Al-Qur`an surat Al-Baqarah [2]:  35-37

Ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana tercantum dalam Surat Thaha ayat 120, padahal itu adalah nama yang diberikan setan. Adam dan Hawa dengan tipu daya setan memakan buah yang dilarang itu, dan mengakibatkan keduanya dikeluarkan dari surga oleh Allah SWT. Yang dimaksud dengan setan di sini ialah iblis. Tentang beberapa kalimat dari Allah SWT yang diterima oleh Adam, sebagian ahli tafsir mengartikannya dengan kata-kata untuk bertaubat. Kisah pertaubatan Adam itu kemudian disambung dalam surat Al-A'raf [7] ayat 22-23.

Dengan kesungguhan taubat dan penyesalan yang tinggi, Adam dan Hawa turun ke bumi. Mereka mengakui telah tergoda oleh setan dan meyakini betapa beruntungnya mereka mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Allah berkata kepada Adam, "Buatlah untuk-Ku rumah dan beribadahlah padanya sebagaimana engkau lihat para malaikat beribadah di langit."

Kemudian, dikisahkan oleh Atha', sesampainya di bumi, Adam membangun rumah itu dari lima buah gunung, yaitu Haro, Tursina, Libanan, Judy, dan Turzeta. Imam Mawardi menambahkan bahwa Nabi Adam membangun Baitullah seperti ia lihat di 'Arsy dengan dibantu oleh Malaikat Jibril untuk memindahkan bebatuannya yang sangat berat (bahkan tidak sanggup dipikul oleh 30 orang). Adam adalah orang pertama yang melakukan shalat dan tawaf di sana. Hal ini dilakukan terus-menerus oleh Adam hingga Allah SWT mendatangkan angin topan yang menyebabkan lenyapnya bangunan Ka'bah tersebut. Yang tersisa hanya fondasi dasarnya.

Dalam kitab Al-Ma'arif, Ibnu Qutaibah menerangkan bahwa sepeninggal Adam, yang memakmurkan dan membangun Baitullah atau Ka'bah adalah Nabi Shith, anak laki-laki Nabi Adam.

C. Nabi Ibrahim dan Ismail

As Suddiy mengatakan bahwa tatkala Allah swt memerintahkan Ibrahim dan Ismail agar membangun sebuah rumah lalu mereka berdua tidak mengetahui dimana tempat akan dibangunnya hingga Allah mengirimkan angin, ada yang menyebutkan angin itu adalah al khajuj yang memiliki dua sayap sementara kepalanya berbentuk ular. Lalu ular itu membersihkan daerah sekitar ka’bah sebagai tempat dibangunnya rumah pertama. Keduanya pu mengikutinya dengan membawa alat penggali dan melakukan penggalian sehingga mereka berdua berhasil meletakkan pondasinya, sebagaimana firman Allah swt

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ

Artinya : “Dan (ingatlah), ketika kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah.” (QS. Al Hajj : 26)

Setelah mereka berdua meletakkan dasar-dasarnya maka dibangunlah rukun-rukunnya. Dan Ibrahim mengatakan kepada Ismail,”Wahai anakku, carikanlah untukku batu hitam dari daerah India, dahulunya ia adalah batu yakut yang paling putih. Dahulu batu itu dibawa oleh Adam as tatkala diturunkan ke bumi dari surga namun kemudian berubah warnanya menjadi hitam karena dosa-dosa manusia. Ismail pun membawa sebuah batu namun ia mendapatkan batu hitam itu sudah berada disalah satu sudut. Ia pun bertanya kepada ayahnya,”Wahai ayahku siapa yang mendatangkan batu itu kepadamu?’ Ibarahim menjawab,”Dia adalah yang lebih rajin darimu.” Maka mereka berdua membangunnya dan sambil berdoa,”

Artinya : “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al Baqoroh : 127)

4. Dibangun oleh orang-orang Quraisy.

Pada saat Rasulullah saw mencapai tiga puluh lima tahun, orang-orang Quraisy sepakat untuk merenovasi ka’bah. Ka’bah adalah susunan batu-batu yang lebih tinggi dari badan manusia, sekitar sembilan hasta yang dibangun sejak masa Ismail tanpa memiliki atap sehingga banyak pencuri yang mengambil barang-barang berharga yang disimpan didalamnya.

Lima tahun sebelum tahun kenabian, Mekkah dilanda banjir besar sehingga meluap ke Masjidil Haram dan dikhawatirkan sewaktu-waktu akan dapat meruntuhkan ka’bah. Orang-orang Quraisy merasa bimbang antara merenovasi atau membiarkannya seperti apa adanya.

Akhirnya al Walid bin al Mughirah al Makhzumiy mengawali perobohan bangunan ka’bah lalu diikuti oleh orang-orang setelah mereka mengetahui tidak terjadi sesuatupun menimpa al Walid. Mereka terus bekerja merobohkan setiap bangunan ka’bah hingga sampai rukun Ibrahim. Setelah itu mereka siap membangunnya kembali.

Tatkala pembangunan sampai di bagian Hajar Aswad, mereka saling berselisih tentang siapa yang berhak mendapat kehormatan meletakkan Hajar Aswad itu ditempatnya semula. Perselisihan ini terus berlangsung selama empat atau lima hari, tanpa ada keputusan. Bahkan perselisihan itu semakin meruncing dan hampir saja menjurus kepada pertumpahan darah di tanah suci.

Abu Umayyah bin al Mughirah al Makhzumiy datang dan menawarkan solusi dengan menyerahkan urusan ini kepada siapa pun yang pertama kali masuk lewat pintu masjid. Mereka menerima cara ini. Allah menghendaki orang yang berhak atasnya adalah Rasulullah saw. Tatkala mengetahui hal itu, mereka berbisik-bisik,”Inilah al Amin. Kami ridho kepadanya, inilah dia Muhammad.”

Orang-orang Qiraisy kehabisan dana dari penghasilan mereka, maka mereka menyisakan di bagian utara, kira-kira enam hasta, yang kemudian disebut al Hijr atau al Hathim. Mereka membuat pintunya lebih tinggi dari permukaan tanah, agar tidak bisa dimasuki kecuali oleh orang yang memang ingin melewatinya. Setelah bangunan ka’bah mencapai ketinggian lima belas hasta, mereka memasang atap dengan disangga enam sendi.

Setelah jadi, ka’bah itu berbentuk segi empat, yang keinggiannya kira-kira mencapai lima belas hasta, panjang sisinya di tempat Hajar Aswad dan sebaliknya adalah sepuluh meter. Hajar Aswad itu sendiri diletakkan dengan ketinggian satu setengah meter dari permukaan pelataran untuk thawaf. Sisi yang ada pintunya dan sebaliknya setinggi dua belas meter. Adapun pintunya setinggi dua meter dari permukaan tanah, di sekeliling luar ka’bah ada pagar dari bagian bawah ruas-ruas bangunan, di bagian tengahnya dengan ketinggian seperempat meter dan lebarnya kira-kira sepertiga meter. Pagar ini dinamakan Asy Syadzarawan. Namun kemudian orang-orang Quraisy meninggalkannya. (ar Rakhiqul Makhtum hal 84 – 85)..

Begitulah sekelumit sejarah pelaksanaan ibadah haji dan umroh. Meskipun pelaksanaan seperti yang kita lakukan sekarang adalah tatacara yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. namun sejarah haji dan umroh telah dimulai sejak jaman nabi Adam Alaihis Salam bahkan perbuatan seperti Thawaf telah dilakukan oleh para malaikat..

Anda juga perlu kiranya membaca paket umroh yang sangat diminati oleh para jamaah yaitu Umroh Desember 2016 , atau Umroh November 2016 bagi Anda yang ingin lebih cepat melaksanakan ibadah umroh.

Baca juga artikel menarik kami lainnya:
Keutamaan Orang yang melaksanakan Haji dan Umroh
Biaya Umroh 2015
Umroh Plus Cairo Mesir dengan harga Hemat.





Back To Top